Hospital Residency Alma Ata Graduate School of Public Health di RS Khusus Mata Dr. YAP Yogyakarta

Hospital Residency Alma Ata Graduate School of Public Health di RS Khusus Mata Dr. YAP Yogyakarta

Desember 2021 lalu, sebanyak tujuh orang mahasiswa S2 Kesehatan Masyarakat Universitas Alma Ata yang lebih dikenal dengan sebutan Alma Ata Graduate School of Public Health yang mengambil peminatan Manajemen Administrasi Rumah Sakit melakukan hospital residency di RS Khusus Mata Dr. YAP.

Kegiatan ini merupakan bagian dari mata kuliah wajib yang harus diselesaikan pada semester dua.

Pada angkatan ini, hospital residency rencananya akan dilaksanakan di tiga rumah sakit, antara lain RS Khusus Mata Dr. YAP yang menjadi pembukaan rangkaian kegiatan hospital residency ini, kemudian RSNU Tuban dan RSPAU Hardjolukito Yogyakarta.

Pemilihan RS Khusus Mata Dr. YAP sebagai lokasi pembukaan rangkaian hospital residency antara lain karena kerjasama panjang yang sudah terjalin antara Universitas Alma Ata dan RS husus Mata Dr. YAP, selain juga karena rumah sakit ini telah memiliki akreditasi paripurna.

Sebelumnya, proses pematangan silabus pembelajaran, secara intens, telah dilakukan hampir selama dua bulan, untuk menjamin mahasiswa mencapai outcome learning yang diharapkan, termasuk memperoleh pengalaman langsung di lapangan.

Tim penanggungjawab akademik untuk kegiatan ini adalah Dr. Sri Werdati, SKM., M.Kes selaku Ketua Minat Manajemen Administrasi Rumah Sakit Universitas Alma Ata, dr. Alida Lienawati, M.Kes., MMR selaku direktur utama RS Khusus Mata Dr. YAP, dan dr. Arida Oetami, M.Kes selaku pihak yang memiliki pengalaman sebagai Kepala Dinas Kesehatan DIY.

Di rumah sakit ini, mahasiswa dan universitas merasa sangat bangga karena direktur utama bersama seluruh jajaran direksi rumah sakit mengikuti pembukaan dan penutupan, serta menyaksikan langsung penyerahan mahasiswa dari universitas kepada pihak rumah sakit.

Pada saat pembukaan, direktur utama rumah sakit banyak menceritakan tentang sejarah rumah sakit, dan proses yang telah dilalui hingga mendapatkan akreditasi paripurna. Pada saat penutupan, pihak rumah sakit merasa senang bahwa kegiatan ini dapat memberikan masukan yang bermakna untuk perbaikan rumah sakit.

Sementara itu, mahasiswa merasa mendapatkan pembelajaran berharga dari kunjungan langsung mereka di rumah sakit dan akan mengaplikasikan pembelajaran ini untuk meningkatkan akreditasi rumah sakit mereka masing-masing.

Pembelajaran paling berkesan diungkapkan oleh dr. Izzudin yang berasal dari RSNU Gresik adalah bahwa RS Khusus Mata Dr. YAP mampu menjaga kebersihan rumah sakit secara umum, manajemen yang baik, pelayanan yang optimal, dan utamanya bagian kamar mandi (toilet), sepanjang hari.